JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk melakukan desain ulang atau redesain menyeluruh terhadap kawasan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Langkah strategis ini bertujuan untuk mentransformasi kawasan bersejarah tersebut menjadi pusat olahraga sekaligus zona komersial yang jauh lebih modern dan terintegrasi. Pemerintah memandang bahwa sebagai aset negara yang sangat vital, GBK memerlukan sentuhan pembaruan agar tetap relevan dengan tuntutan zaman dan mampu bersaing dengan fasilitas olahraga global lainnya.
Visi modernisasi ini mencakup peningkatan kualitas fasilitas atletik, pembenahan tata ruang hijau, hingga optimalisasi area komersial yang dapat menyokong pemeliharaan kawasan secara mandiri. Sejak dibangun pada era 1960-an untuk menyambut Asian Games IV, GBK telah menjadi simbol kekuatan bangsa. Namun, perkembangan Jakarta sebagai megapolitan menuntut adanya integrasi yang lebih baik antara fungsi olahraga, ruang publik, dan nilai ekonomis lahan. Prasetyo Hadi menekankan bahwa pembenahan ini akan menjadikan GBK sebagai ikon baru Indonesia di mata dunia.
Visi Transformasi GBK Menjadi Kawasan Terpadu
Pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur fisik semata, melainkan juga pada ekosistem berkelanjutan di dalam kawasan Senayan. Rencana redesain ini akan melibatkan berbagai tenaga ahli untuk memastikan setiap sudut GBK memiliki nilai manfaat yang maksimal bagi masyarakat luas. Dengan mengadopsi konsep kawasan terpadu, pemerintah ingin memastikan bahwa GBK tetap menjadi paru-paru kota sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif.
- Modernisasi Fasilitas Olahraga: Memperbarui tribun, sistem pencahayaan, dan teknologi pendukung pertandingan sesuai standar federasi internasional terbaru.
- Optimalisasi Area Komersial: Menciptakan ruang bagi UMKM dan sektor retail premium guna memberikan pengalaman belanja dan kuliner yang unik bagi pengunjung.
- Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau: Menambah area resapan air dan taman publik untuk mendukung kualitas udara Jakarta.
- Integrasi Transportasi Publik: Memastikan akses dari dan menuju GBK semakin mudah melalui konektivitas dengan MRT, LRT, dan TransJakarta.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Komersial
Satu hal yang menjadi perhatian khusus dalam rencana ini adalah aspek komersialisasi yang tetap mengedepankan kepentingan publik. Pemerintah menyadari bahwa biaya perawatan kawasan seluas 279 hektar ini sangat besar. Oleh karena itu, skema kerja sama dengan pihak swasta dan pemanfaatan lahan untuk kegiatan komersial menjadi kunci agar GBK tidak terus-menerus membebani APBN. Transformasi ini juga diharapkan mampu menarik investor global untuk menyelenggarakan ajang hiburan dan olahraga skala dunia secara rutin di Jakarta.
Rencana ini juga menjadi kelanjutan dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam membenahi aset-aset strategis nasional. Sebelumnya, kawasan ini sempat mengalami renovasi besar menjelang Asian Games 2018. Namun, Mensesneg Prasetyo Hadi melihat peluang yang lebih besar jika kawasan ini dikonsep ulang secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan parsial. Langkah ini sejalan dengan visi Sekretariat Negara untuk mengelola aset negara secara profesional dan transparan.
Analisis Dampak bagi Warga dan Atlet Nasional
Meskipun menonjolkan sisi komersial, pemerintah menjamin bahwa akses atlet nasional untuk berlatih tidak akan terganggu. Redesain ini justru bertujuan menyediakan fasilitas latihan yang lebih mumpuni agar prestasi olahraga Indonesia semakin meningkat di kancah internasional. Bagi warga umum, GBK yang baru akan menawarkan kenyamanan lebih dalam berolahraga maupun berekreasi bersama keluarga dengan sistem keamanan dan kebersihan yang jauh lebih ketat.
Ke depan, pemerintah akan segera melakukan studi kelayakan dan membuka ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan. Masyarakat berharap agar desain baru ini tetap mempertahankan nilai historis arsitektur jengki yang menjadi ciri khas GBK, sambil menyematkan teknologi pintar (smart city technology) di dalamnya. Dengan perencanaan yang matang, Kompleks GBK Senayan diprediksi akan menjadi wajah masa depan Jakarta yang modern, hijau, dan berdaya saing global.

