JAKARTA – PT Cyberindo Aditama (CBN) secara resmi mengumumkan langkah strategis dengan menggandeng Wasabi Technologies untuk memperluas penetrasi layanan penyimpanan data berbasis awan di tanah air. Kemitraan ini memposisikan CBN sebagai penyedia layanan internet (ISP) pertama di Indonesia yang mengintegrasikan solusi hot cloud storage asal Amerika Serikat tersebut ke dalam portofolio layanannya. Penandatanganan kerja sama ini melibatkan Commerce Director CBN Dedy Handoko dan Channel Lead Crayon Indonesia and Philippines, Kustiawan Kusumo, yang bertindak sebagai distributor resmi Wasabi.
Langkah CBN ini merespons kebutuhan mendesak sektor korporasi akan penyimpanan data yang tidak hanya masif, tetapi juga fleksibel dan terjangkau. Seiring dengan percepatan transformasi digital, perusahaan-perusahaan di Indonesia kini menghadapi tantangan berupa ledakan data yang memerlukan pengelolaan sistematis tanpa membebani biaya operasional secara berlebihan. Kehadiran Wasabi melalui infrastruktur CBN diharapkan mampu menjadi jawaban atas dilema antara kapasitas penyimpanan dan efisiensi anggaran TI.
Keunggulan Hot Cloud Storage dan Kompatibilitas S3
Berbeda dengan model penyimpanan awan tradisional yang sering kali membedakan antara ‘cold storage’ (arsip) dan ‘hot storage’ (data aktif) dengan skema biaya yang rumit, Wasabi menawarkan model tunggal berperforma tinggi. Teknologi ini memungkinkan perusahaan mengakses data mereka secara instan tanpa biaya tambahan untuk egress (pengambilan data) atau permintaan API. Berikut adalah beberapa fitur utama yang menjadi daya tarik kolaborasi ini:
- Kompatibilitas S3: Mendukung integrasi penuh dengan berbagai aplikasi pihak ketiga yang menggunakan standar protokol Amazon S3, memudahkan proses migrasi data.
- Keamanan Data Tingkat Tinggi: Menyediakan fitur object immutability yang melindungi data dari serangan ransomware dan penghapusan yang tidak disengaja.
- Kecepatan Akses: Arsitektur hot cloud memastikan performa baca-tulis data jauh lebih cepat dibandingkan layanan penyimpanan arsip konvensional.
- Efisiensi Biaya: Menghilangkan struktur biaya tersembunyi, sehingga perusahaan dapat memprediksi pengeluaran TI mereka dengan lebih akurat.
Target Sektor Strategis dan Transformasi Bisnis
Kemitraan ini secara spesifik membidik sektor-sektor yang memiliki kepatuhan regulasi ketat dan volume data besar. Industri pendidikan, kesehatan, perbankan, manufaktur, hingga instansi pemerintahan menjadi target utama layanan ini. Dalam sektor kesehatan misalnya, penyimpanan citra medis digital memerlukan ruang yang sangat besar namun harus tetap bisa diakses dengan cepat untuk keperluan diagnosis. Sementara di sektor perbankan, fitur keamanan dan enkripsi menjadi harga mati dalam menjaga kerahasiaan data nasabah.
Analis industri melihat bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang CBN dalam memperkuat ekosistem digitalnya. Sebelumnya, CBN telah konsisten membangun infrastruktur serat optik dan layanan konektivitas bagi korporasi. Dengan menambahkan solusi Hot Cloud Storage dari Wasabi, CBN kini bertransformasi dari sekadar penyedia pipa data menjadi penyedia solusi infrastruktur digital yang menyeluruh (end-to-end).
Optimasi Data untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital
Pemanfaatan data secara efektif bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar untuk memenangkan persaingan bisnis. Dengan menyimpan data pada platform yang andal, perusahaan dapat mengolah informasi tersebut menjadi wawasan bisnis (business intelligence) yang berharga. Kolaborasi CBN dan Wasabi ini sekaligus mendukung visi pemerintah dalam mempercepat kedaulatan data dan penguatan ekonomi digital nasional melalui infrastruktur pendukung yang mumpuni di dalam negeri.
Bagi para pelaku usaha di Indonesia, integrasi layanan ini memberikan kemudahan dalam mengelola pertumbuhan data yang diprediksi akan terus meningkat hingga 200% dalam dua tahun ke depan. Fleksibilitas yang ditawarkan Wasabi, dikombinasikan dengan dukungan teknis lokal dari CBN, menciptakan sinergi yang tangguh untuk menghadapi ancaman keamanan siber yang kian kompleks di era industri 4.0.

