Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji Ingatkan Kader Tidak Mencari Keuntungan Pribadi dalam Program Makan Bergizi Gratis

Date:

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh fungsionaris dan kader berlambang pohon beringin tersebut. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun kader yang mencoba mengambil keuntungan personal dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini muncul sebagai respons terhadap dinamika politik terkini, termasuk munculnya instruksi internal dari partai lain mengenai pengawalan program unggulan pemerintah mendatang tersebut.

Sarmuji menjelaskan bahwa esensi dari program MBG adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang tepat sasaran. Oleh karena itu, keterlibatan kader partai seharusnya berfokus pada pengawasan agar manfaat program sampai ke tangan rakyat, bukan justru menjadi ladang bisnis atau perburuan rente bagi segelintir oknum. Pernyataan ini sekaligus mempertegas posisi Golkar sebagai partai pendukung utama pemerintah yang mengedepankan etika politik dan transparansi publik.

Menjaga Integritas Partai di Tengah Program Strategis

Integritas partai menjadi taruhan besar dalam pelaksanaan program berskala nasional seperti Makan Bergizi Gratis. Muhammad Sarmuji menyadari bahwa program dengan anggaran besar seringkali mengundang potensi penyimpangan. Namun, ia optimis bahwa mekanisme internal Golkar mampu mencegah praktik-praktik koruptif tersebut. Menurutnya, kader harus memahami batasan antara pengabdian politik dan kepentingan komersial.

  • Kader dilarang keras menggunakan pengaruh politik untuk memenangkan tender penyediaan makanan.
  • Seluruh fungsionaris wajib melakukan fungsi pengawasan secara objektif di daerah masing-masing.
  • Partai akan memberikan sanksi tegas bagi siapapun yang terbukti menyalahgunakan wewenang demi keuntungan materiil.
  • Partisipasi publik harus dikedepankan agar UMKM lokal mendapatkan akses yang adil dalam program ini.

Sarmuji menambahkan bahwa Partai Golkar memiliki tanggung jawab moral untuk menyukseskan visi dan misi Presiden terpilih. Keberhasilan program ini akan menjadi indikator keberhasilan partai koalisi dalam mengelola kebijakan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah. Pemanfaatan celah kebijakan untuk kepentingan pribadi hanya akan merusak citra partai di mata konstituen.

Respons Terhadap Dinamika Politik dan Edaran PDI Perjuangan

Tanggapan Sarmuji ini juga tidak lepas dari munculnya Surat Edaran (SE) dari PDI Perjuangan yang menginstruksikan kadernya untuk mengawal program gizi. Meskipun menghormati kedaulatan rumah tangga partai lain, Sarmuji menegaskan bahwa tanpa surat edaran formal pun, nurani dan disiplin kader Golkar harus sudah otomatis bekerja untuk kepentingan rakyat. Belajar dari kebijakan strategis pemerintah sebelumnya, transparansi adalah kunci utama menghindari polemik hukum di kemudian hari.

Pihaknya melihat bahwa sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi tantangan terbesar. Dalam hal ini, kader Golkar yang duduk di kursi legislatif daerah harus memastikan bahwa APBD dan dana pusat untuk program MBG tidak tumpang tindih. Pengawasan yang kritis namun konstruktif jauh lebih dibutuhkan daripada sekadar ikut-ikutan membuat struktur baru yang berpotensi membebani birokrasi.

Analisis Transparansi dan Masa Depan Program Gizi Nasional

Secara analitis, ketegasan Sekjen Golkar ini mencerminkan upaya partai untuk melakukan mitigasi risiko politik. Program Makan Bergizi Gratis adalah program yang sangat sensitif karena melibatkan anak-anak dan kebutuhan dasar. Jika terjadi skandal dalam pelaksanaannya, dampak elektoralnya bisa sangat merusak. Oleh karena itu, Sarmuji mendorong adanya sistem digitalisasi dalam pemantauan distribusi makanan agar setiap rupiah yang keluar dapat dipertanggungjawabkan.

Ke depannya, Partai Golkar berencana memperkuat sistem kaderisasi yang berorientasi pada tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Hal ini penting agar setiap kader yang terjun ke masyarakat membawa misi solusi, bukan menambah masalah baru. Penegasan ini mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan adanya ‘titipan’ kepentingan dalam proyek nasional yang akan segera berjalan tersebut.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Populer

More like this
Related

Radiohead Tuntut ICE Hapus Lagu Let Down dari Video Kontroversial Anti Imigran

WASHINGTON - Grup musik rock legendaris asal Inggris, Radiohead,...

Kemeriahan 1.300 Pemain Rebana Kolosal di Jakarta Ramadan Festival Bundaran HI

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi meluncurkan...

BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia Hingga Awal Maret

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara...

KPK Ungkap Modus Pejabat Bea Cukai Beli Mobil Operasional Pakai Uang Hasil Korupsi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan temuan mencengangkan...