JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyelimuti awan duka yang mendalam. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, dikabarkan meninggal dunia. Kabar ini menyentak banyak pihak, terutama jajaran birokrasi di lingkungan Balai Kota yang mengenal beliau sebagai motor penggerak utama dalam setiap kebijakan strategis pembangunan ibu kota.
Kepergian Atika meninggalkan lubang besar dalam sistem perencanaan daerah. Beliau mengembuskan napas terakhirnya setelah memberikan pengabdian yang luar biasa bagi kemajuan Jakarta. Hingga berita ini diturunkan, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai tokoh politik, rekan sejawat, hingga masyarakat luas yang merasakan dampak dari kebijakan yang pernah ia susun. Jenazah almarhumah rencananya akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Dedikasi Tinggi dalam Perencanaan Pembangunan Jakarta
Selama menjabat sebagai Kepala Bappeda, Atika Nur Rahmania menunjukkan integritas yang luar biasa dalam mengelola anggaran dan menyusun prioritas pembangunan. Ia berperan penting dalam merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi kompas bagi arah kebijakan Jakarta selama beberapa tahun terakhir. Berikut adalah beberapa poin penting pengabdian beliau selama menjabat:
- Memimpin sinkronisasi program strategis nasional dengan kebijakan lokal di Jakarta secara efektif.
- Mengawal transparansi anggaran dalam sistem e-planning untuk meminimalisir penyimpangan dana daerah.
- Menjadi jembatan komunikasi antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan APBD yang kerap berjalan alot.
- Mendorong inovasi pembangunan berbasis data melalui penguatan fungsi riset di internal Bappeda.
Ketegasan dan ketelitiannya dalam membedah setiap pos anggaran menjadikan beliau sebagai salah satu tangan kanan Gubernur yang paling diandalkan. Rekan kerjanya sering menyebut Atika sebagai sosok yang tidak pernah lelah bekerja meski dalam tekanan tenggat waktu yang sangat ketat.
Prosesi Penghormatan Terakhir dan Pemakaman
Pihak keluarga dan perwakilan Pemprov DKI Jakarta telah mengonfirmasi bahwa seluruh prosesi pelepasan jenazah akan mengikuti protokol penghormatan bagi pejabat daerah yang telah berjasa. Jenazah disemayamkan di rumah duka sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahat terakhir. TPU Pondok Kelapa dipilih sebagai lokasi pemakaman yang akan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Informasi mengenai meninggalnya beliau juga mengingatkan kita pada laporan resmi Pemprov DKI Jakarta mengenai upaya reformasi birokrasi yang selama ini beliau perjuangkan. Keterkaitan antara kebijakan masa lalu dan masa depan Jakarta sangat bergantung pada landasan yang telah ia letakkan selama memimpin Bappeda.
Mengenang Warisan Profesionalisme Atika Nur Rahmania
Secara analitis, sosok Atika Nur Rahmania bukan sekadar birokrat biasa. Beliau merupakan representasi dari teknokrat perempuan yang mampu mendobrak dominasi dalam dunia perencanaan pembangunan yang kompleks. Keberhasilannya menjaga stabilitas fiskal Jakarta di tengah transisi kepemimpinan dari satu gubernur ke gubernur berikutnya membuktikan profesionalisme yang melampaui kepentingan politik praktis.
Bagi para juniornya di pemerintahan, Atika adalah mentor yang menekankan pentingnya akurasi data. Ia selalu berpesan bahwa setiap angka dalam dokumen perencanaan memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan warga Jakarta. Kehilangan ini menjadi momentum refleksi bagi Pemprov DKI untuk meneruskan tongkat estafet pembangunan dengan standar tinggi yang telah ia tetapkan. Warisan pemikirannya tentang Jakarta yang lebih tertata akan terus hidup dalam dokumen-dokumen kebijakan yang kini menjadi acuan pembangunan kota.

