JAKARTA – Keluarga besar Partai Amanat Nasional (PAN) sedang berduka mendalam setelah kehilangan salah satu kader terbaiknya di parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PAN, H. Bakri HM, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (27/6/2024). Kabar kepulangan politisi senior asal daerah pemilihan Jambi ini menyisakan kesedihan mendalam bagi kolega serta konstituen yang selama ini merasakan dedikasinya di tingkat nasional.
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian sahabat sekaligus rekan seperjuangannya tersebut. Pria yang akrab disapa Zulhas ini mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini. Kepergian A Bakri HM menjadi kehilangan besar bagi partai, mengingat peran aktifnya dalam mengawal berbagai kebijakan strategis di DPR RI.
Profil dan Rekam Jejak A Bakri HM di Komisi V DPR RI
A Bakri HM bukan sekadar nama di gedung kura-kura Senayan. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai sosok yang vokal dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur, terutama untuk wilayah Jambi. Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, transportasi, dan daerah tertinggal, ia terus memastikan proyek strategis nasional berjalan tepat sasaran.
- Memperjuangkan perbaikan akses jalan nasional di Provinsi Jambi guna meningkatkan ekonomi kerakyatan.
- Aktif mengawasi program bantuan stimulan perumahan swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
- Mendorong optimalisasi transportasi sungai dan pelabuhan sebagai urat nadi logistik daerah.
- Menjalankan fungsi pengawasan secara kritis terhadap kementerian mitra kerja di Komisi V.
Dedikasi tersebut membuat namanya sangat harum di mata konstituen. Ia mampu menjembatani kebutuhan daerah dengan kebijakan pusat secara efektif. Masyarakat Jambi mengenal almarhum sebagai figur yang rendah hati namun tegas dalam urusan memperjuangkan hak-hak rakyat di level legislatif.
Analisis Prosedur Pergantian Antar Waktu atau PAW di DPR RI
Meninggalnya seorang anggota DPR RI yang masih menjabat tentu memicu mekanisme administratif yang disebut dengan Pergantian Antar Waktu (PAW). Secara konstitusional, kursi yang ditinggalkan oleh almarhum tidak boleh dibiarkan kosong dalam waktu yang lama agar representasi rakyat tetap terjaga. Hal ini merujuk pada regulasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3.
Proses PAW biasanya melibatkan internal partai untuk mengusulkan nama calon pengganti berdasarkan perolehan suara terbanyak berikutnya di dapil yang sama pada pemilihan legislatif sebelumnya. Setelah partai mengajukan nama, pimpinan DPR RI akan meneruskan usulan tersebut kepada Presiden melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mekanisme ini memastikan bahwa keberlangsungan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tetap berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.
Mengenang Kontribusi Legislatif dan Warisan Politik
Kehadiran A Bakri HM di kancah politik nasional memberikan warna tersendiri bagi Fraksi PAN. Ia menunjukkan bahwa loyalitas terhadap partai dan keberpihakan pada rakyat bisa berjalan beriringan. Selama ini, PAN memang fokus pada penguatan kader di daerah agar mampu bersaing di level pusat. Langkah ini sejalan dengan upaya instruksi partai agar kader tetap fokus mengawal aspirasi rakyat di tengah dinamika politik yang berkembang.
Kepergian beliau menjadi pengingat bagi seluruh politisi akan pentingnya meninggalkan warisan berupa kebijakan yang bermanfaat bagi khalayak luas. Meskipun raga telah tiada, gagasan dan perjuangan yang telah ditanamkan A Bakri HM akan tetap menjadi inspirasi bagi kader-kader muda PAN di masa depan. Berita ini juga menjadi duka mendalam bagi publik setelah sebelumnya kita mendengar laporan mengenai restrukturisasi internal organisasi yang bertujuan memperkuat posisi tawar partai di mata masyarakat.
Seluruh elemen masyarakat dan rekan sejawat di parlemen kini memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pengabdian publik. Selamat jalan, A Bakri HM. Dedikasimu akan selalu tercatat dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia.

