BATAM – Transformasi digital di sektor perdagangan tradisional terus menunjukkan tren positif seiring dengan masifnya kolaborasi antara lembaga perbankan dan otoritas moneter. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) untuk menjalankan inisiatif strategis bertajuk Gerakan Edukasi dan Akuisisi (GERAI) Pasar QRIS. Langkah ini menyasar para pedagang di kawasan Batam guna mempercepat adopsi metode pembayaran nontunai yang lebih efisien.
Program edukasi yang berlangsung sepanjang bulan Oktober 2026 ini memfokuskan kegiatan pada dua titik niaga utama, yakni Pasar Bengkong dan Pasar Mitra Raya. Lebih dari 200 tenant berpartisipasi aktif dalam sesi literasi yang mencakup pemahaman mendalam mengenai teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta aspek krusial perlindungan konsumen dalam ekosistem digital.
Urgensi Literasi Digital bagi UMKM Pasar
Kehadiran sistem pembayaran digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tetap kompetitif. Pihak manajemen BCA menekankan bahwa penguasaan instrumen digital akan membantu pedagang mengelola keuangan dengan lebih transparan. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam edukasi tersebut:
- Keamanan Transaksi: Menghindari risiko peredaran uang palsu dan meminimalisir kesalahan kembalian.
- Efisiensi Operasional: Pencatatan transaksi terjadi secara otomatis sehingga memudahkan pembukuan harian.
- Perlindungan Konsumen: Edukasi mengenai hak-hak pelanggan dan cara menangani kendala teknis saat transaksi berlangsung.
- Aksesibilitas: Membuka pintu bagi pedagang untuk menjangkau segmen pelanggan yang kini lebih gemar bertransaksi secara cashless.
EVP Merchant Business Division BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap mekanisme digital memungkinkan pedagang menawarkan variasi pembayaran yang lebih fleksibel. BCA memiliki komitmen kuat untuk mendampingi para pelaku usaha pasar agar mampu memanfaatkan teknologi yang bersifat cepat, mudah, dan terjangkau secara biaya operasional.
Integrasi Keamanan dan Perlindungan Data
Selain mendorong penggunaan kode QR, kolaborasi ini juga menitikberatkan pada aspek keamanan data pribadi. Bank Indonesia senantiasa menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan informasi sensitif lainnya di tengah meningkatnya risiko siber. Inisiatif ini sejalan dengan kampanye nasional untuk menciptakan ekosistem finansial yang inklusif namun tetap terjaga keamanannya. Upaya ini memperkuat artikel sebelumnya mengenai strategi implementasi QRIS nasional yang kini merambah ke seluruh lapisan masyarakat.
Panduan Memulai Transaksi Digital bagi Pedagang
Sebagai panduan praktis, pedagang pasar disarankan untuk mulai memisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha melalui layanan digital banking. Langkah awal ini sangat krusial agar aliran kas (cash flow) dapat terpantau secara akurat. Penggunaan QRIS Statis maupun Dinamis juga menjadi pilihan yang dapat disesuaikan dengan volume transaksi masing-masing toko. Dengan dukungan edukasi yang berkelanjutan, pasar tradisional di Batam optimis mampu bertransformasi menjadi pusat ekonomi modern yang tetap mempertahankan kearifan lokalnya.
Melalui GERAI Pasar QRIS, sinergi antara BCA dan BI Kepri diharapkan tidak berhenti pada tahap akuisisi saja, namun berlanjut pada penggunaan aktif oleh masyarakat. Keberhasilan program di Pasar Bengkong dan Mitra Raya ini akan menjadi barometer penting bagi pengembangan program serupa di wilayah kepulauan lainnya pada masa mendatang.

