Pihak kepolisian terus memburu Erwin Iskandar alias Koh Erwin yang kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sosok ini bukan sekadar bandar narkoba biasa, melainkan pusat dari skandal suap besar yang menyeret perwira menengah kepolisian, AKBP Didik. Kepolisian telah menyebarkan deskripsi fisik mendalam guna mempersempit ruang gerak sang buronan yang diduga memiliki jaringan kuat di berbagai daerah.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan aliran dana fantastis hingga miliaran rupiah. Penangkapan Erwin Iskandar menjadi harga mati bagi integritas kepolisian dalam menuntaskan kasus peredaran gelap narkotika yang melibatkan oknum internal. Penyelidik meyakini bahwa Erwin memegang kunci penting atas aliran dana ilegal yang selama ini mengamankan bisnis haramnya.
Profil Lengkap dan Ciri Fisik Koh Erwin
Identitas asli buronan ini adalah Erwin Iskandar, namun di dunia hitam ia lebih populer dengan sapaan Koh Erwin. Berdasarkan data terbaru dari kepolisian, masyarakat perlu mewaspadai pria dengan ciri-ciri fisik yang cukup spesifik agar dapat memberikan informasi akurat kepada aparat penegak hukum.
Berikut adalah rincian ciri-ciri fisik Erwin Iskandar:
- Nama Asli: Erwin Iskandar (alias Koh Erwin).
- Tinggi Badan: Sekitar 167 cm.
- Berat Badan: Kurang lebih 85 kg (perawakan gempal).
- Rambut: Pendek, lurus, dan berwarna hitam.
- Warna Kulit: Sawo matang.
- Ciri Khas: Memiliki sorot mata tajam dan sering berpindah tempat tinggal.
Rekam Jejak Skandal Suap AKBP Didik
Pelarian Erwin Iskandar berkaitan erat dengan pengakuan mengejutkan dalam persidangan sebelumnya. Erwin dituding menyetor uang tunai dalam jumlah miliaran rupiah kepada AKBP Didik untuk mengamankan operasional bisnis narkobanya. Praktik lancung ini mencoreng institusi Polri dan menunjukkan betapa kuatnya pengaruh finansial bandar narkoba dalam merusak sistem hukum.
Polisi terus melacak aset-aset milik Erwin yang diduga merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang (TPPU). Langkah ini diambil untuk melumpuhkan kekuatan ekonomi sang buronan. Tanpa dukungan finansial yang kuat, ruang gerak Erwin untuk menyuap oknum atau melarikan diri ke luar negeri akan semakin terbatas. Masyarakat bisa memantau perkembangan kasus korupsi dan narkoba melalui portal resmi Polri untuk mendapatkan informasi valid.
Analisis Dampak Pelarian Bandar Terhadap Penegakan Hukum
Kasus Erwin Iskandar ini menjadi cermin retak bagi upaya pemberantasan narkoba di Indonesia. Fenomena bandar yang mampu “membeli” perlindungan dari aparat menunjukkan bahwa pengawasan internal di tubuh kepolisian memerlukan reformasi total. Selama bandar besar seperti Koh Erwin masih berkeliaran, ancaman peredaran narkoba di tingkat akar rumput tetap akan tinggi.
Keberhasilan menangkap Erwin akan menjadi pembuktian bahwa Polri tidak pandang bulu dalam menindak siapapun, termasuk oknum yang berkhianat pada sumpah jabatan. Publik kini menunggu langkah nyata dari tim gabungan untuk segera menyeret Erwin Iskandar ke meja hijau dan membongkar seluruh jaringan yang terlibat dalam skandal suap miliaran rupiah tersebut. Segera laporkan ke kantor polisi terdekat jika Anda melihat pria dengan ciri-ciri di atas.

