Pakar IPB Ingatkan Modifikasi Cuaca Bukan Solusi Jangka Panjang Hadapi Bencana

Date:

Keterbatasan Teknologi Modifikasi Cuaca dalam Mitigasi Bencana

Pemerintah dan berbagai lembaga terkait sering kali mengandalkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai senjata utama dalam menjinakkan cuaca ekstrem. Namun, ketergantungan pada metode ini memicu kritik dari kalangan akademisi. Sonni Setiawan, pakar sekaligus Dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca bukanlah solusi permanen dalam mengatasi bencana hidrometeorologi. Menurutnya, langkah ini hanyalah upaya mitigasi sementara yang bersifat responsif, bukan penyelesaian masalah dari akar penyebab bencana tersebut.

Sonni menggarisbawahi bahwa efektivitas TMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer yang dinamis. Meskipun teknologi ini mampu mengalihkan curah hujan atau mempercepat turunnya hujan di lokasi tertentu, hal tersebut tidak mengubah pola iklim mikro secara fundamental. Masyarakat dan pembuat kebijakan perlu memahami bahwa bencana seperti banjir dan tanah longsor berkaitan erat dengan kerusakan ekosistem dan tata ruang, bukan sekadar urusan curah hujan yang tinggi.

Mengapa TMC Hanya Bersifat Mitigasi Sementara?

Penggunaan TMC memang memberikan ruang napas bagi pemerintah saat menghadapi ancaman bencana besar. Namun, terdapat beberapa alasan mengapa para ahli menganggapnya sebagai solusi jangka pendek:

  • Biaya Operasional yang Tinggi: Setiap operasi TMC membutuhkan biaya logistik dan operasional pesawat yang sangat besar, sehingga tidak efisien jika diterapkan secara terus-menerus sepanjang tahun.
  • Ketergantungan pada Awan: Teknologi ini tidak bisa menciptakan hujan dari ketiadaan; ia hanya bisa memanipulasi awan yang sudah tersedia di atmosfer.
  • Dampak Ekologis Jangka Panjang: Intervensi manusia terhadap pola hujan alami berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan siklus air di wilayah lain yang tidak menjadi target operasi.
  • Abaikan Akar Masalah: Fokus yang terlalu besar pada TMC sering kali membuat pemerintah abai terhadap restorasi hutan dan perbaikan drainase perkotaan.

Alih-alih terus memboroskan anggaran untuk penyemaian garam di awan, Sonni menyarankan pendekatan yang lebih holistik. Ia menilai bahwa pemahaman mengenai karakteristik wilayah dan pemulihan daya dukung lingkungan jauh lebih krusial. Analisis mendalam mengenai topografi dan pemetaan risiko bencana harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan nasional.

Transformasi Menuju Solusi Permanen Berbasis Alam

Menghadapi tantangan perubahan iklim, Indonesia memerlukan strategi yang melampaui sekadar teknologi intervensi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperingatkan bahwa frekuensi cuaca ekstrem akan semakin meningkat di masa depan. Oleh karena itu, integrasi antara data sains dan kearifan lokal dalam mengelola lahan menjadi kunci utama keberlanjutan.

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat sinergi antarlembaga untuk memastikan bahwa mitigasi bencana tidak berjalan secara parsial. Dalam artikel sebelumnya mengenai strategi mitigasi bencana nasional 2024, ditekankan bahwa pembangunan infrastruktur hijau seperti waduk, sumur resapan, dan penanaman kembali kawasan hulu merupakan investasi yang jauh lebih bernilai daripada sekadar modifikasi cuaca sesaat.

Kesimpulannya, TMC tetap memiliki peran penting dalam situasi darurat, namun tidak boleh menjadi tumpuan utama. Transformasi paradigma dari mitigasi reaktif menuju adaptasi yang proaktif akan menentukan ketahanan bangsa dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di masa mendatang. Penguatan edukasi publik mengenai kesiapsiagaan bencana juga harus berjalan beriringan dengan perbaikan kebijakan lingkungan yang tegas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Narasi Penembakan Agen Federal Era Trump Terbantah di Meja Hijau

WASHINGTON - Pengadilan Amerika Serikat mulai mengungkap ketidakkonsistenan klaim...

Ancaman Nyata Erling Haaland Terhadap Dominasi Arsenal di Liga Inggris

MANCHESTER - Keberhasilan Erling Haaland menggetarkan jaring gawang Liverpool...

Strategi Presiden Prabowo Ajak Pengusaha Apindo Perluas Lapangan Kerja Demi Stabilitas Nasional

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah proaktif dengan...

Ekonomi Digital Indonesia Berpeluang Raih USD 366 Miliar Demi Pacu Pertumbuhan Nasional

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menaruh harapan besar pada sektor...