TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah memusatkan perhatian penuh pada penguatan koordinasi internal guna menyongsong perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk menyukseskan acara di level lokal, tetapi juga sebagai fondasi utama saat Kukar mengemban amanah menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur mendatang. Fokus utama Pemkab Kukar terletak pada sinergi antara pembinaan spiritual dan kesiapan fisik infrastruktur yang representatif bagi para kafilah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menekankan bahwa keberhasilan MTQ bergantung pada kematangan persiapan dari unit terkecil, yakni tingkat kecamatan. Melalui seleksi yang ketat dan pembinaan berkelanjutan, pemerintah berharap dapat menjaring qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas. Selain itu, pemerintah juga menjalin kerja sama erat dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) untuk memastikan standar penilaian dan teknis perlombaan berjalan sesuai regulasi terbaru.
Sinergi Lintas Sektoral Demi Prestasi Maksimal
Mengelola ajang sebesar MTQ memerlukan kerja kolektif yang melibatkan berbagai instansi. Pemkab Kukar menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan sarana transportasi, penginapan, hingga pengamanan lokasi acara. Koordinasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang nyaman bagi peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru Kalimantan Timur.
- Optimalisasi fasilitas umum di sekitar lokasi utama perlombaan.
- Penyusunan jadwal pembinaan intensif bagi calon peserta unggulan daerah.
- Penyediaan sistem informasi digital untuk mempermudah pendaftaran dan akses nilai secara transparan.
- Peningkatan kualitas SDM dewan hakim melalui sertifikasi dan pelatihan teknis.
Pembangunan Infrastruktur dan Kesiapan Tuan Rumah
Sebagai calon tuan rumah tingkat provinsi, Kutai Kartanegara tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara formalitas. Pembangunan dan rehabilitasi sejumlah gedung pertemuan serta masjid agung menjadi prioritas pembangunan tahun ini. Pemerintah meyakini bahwa infrastruktur yang memadai akan berbanding lurus dengan kualitas pelaksanaan acara. Dalam sebuah wawancara sebelumnya mengenai perkembangan pembangunan daerah Kaltim, ditegaskan bahwa fasilitas publik harus mampu mendukung kegiatan berskala besar.
Namun, tantangan besar tetap membayangi, terutama dalam menjaga konsistensi latihan para atlet Quran di tengah padatnya agenda pemerintahan. Oleh karena itu, Pemkab Kukar meluncurkan program pemusatan latihan (TC) yang lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Langkah proaktif ini mencerminkan ambisi besar Kukar untuk merebut kembali gelar juara umum yang sempat diraih pada periode lalu.
Analisis Keberlanjutan Program Syiar Islam di Kukar
Secara analitis, pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi suara indah atau hafalan ayat suci. Bagi Kutai Kartanegara, ini adalah instrumen pembangunan karakter masyarakat yang religius dan berbudaya. Upaya ini sejalan dengan visi misi Kukar Idaman yang menempatkan penguatan nilai keagamaan sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia. Dengan persiapan yang matang sejak dini, Kukar berpotensi menetapkan standar baru bagi penyelenggaraan MTQ di masa depan.
Ke depannya, integritas penyelenggaraan harus tetap terjaga agar semangat sportivitas dan ukhuwah Islamiyah tetap menjadi ruh utama. Masyarakat luas juga diharapkan ikut serta menyemarakkan gelaran ini, mengingat dampak positifnya terhadap perputaran ekonomi lokal melalui sektor UMKM dan pariwisata religi. Keberhasilan ini nantinya akan menjadi catatan manis sebagaimana kesuksesan penyelenggaraan event budaya Kukar pada tahun-tahun sebelumnya yang telah terbukti mampu menyedot perhatian nasional.



