Pemerintah dan dunia usaha nasional kehilangan salah satu putra terbaiknya di sektor keuangan mikro. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) secara resmi mengonfirmasi kabar duka atas berpulangnya mantan Direktur Utama, Arief Mulyadi, pada 27 Oktober 2026. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sosok Arief merupakan pilar penting dalam transformasi PNM menjadi lembaga pemberdayaan ekonomi rakyat terbesar di Indonesia.
Seluruh jajaran manajemen serta karyawan PNM menyampaikan rasa duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Selama masa baktinya, Arief tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai inspirator bagi jutaan nasabah perempuan prasejahtera di pelosok negeri. Ia meninggalkan warisan sistem pemberdayaan yang terintegrasi, yang kini menjadi rujukan internasional dalam pengelolaan keuangan mikro berbasis komunitas.
Jejak Karir dan Dedikasi Arief Mulyadi di Tubuh PNM
Arief Mulyadi bukanlah orang baru di lingkungan PNM. Ia merupakan saksi hidup sekaligus aktor utama pertumbuhan perusahaan sejak awal berdiri. Karirnya dimulai dari level bawah, menjadikannya sosok yang sangat memahami anatomi UMKM di lapangan. Dedikasi ini membawanya dipercaya menduduki kursi Direktur Utama, di mana ia melakukan reformasi besar-besaran terhadap struktur layanan PNM.
Beberapa poin penting dalam perjalanan karir dan kontribusi beliau meliputi:
- Menginisiasi perluasan jangkauan Program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
- Mendorong digitalisasi proses pembiayaan mikro untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi bagi nasabah prasejahtera.
- Memperkuat sinergi Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian guna menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif.
- Membangun budaya kerja berbasis nilai AKHLAK yang menekankan pada empati dan pelayanan kepada nasabah kecil.
Kepemimpinan Arief Mulyadi selalu menitikberatkan pada aspek pendampingan, bukan sekadar pemberian modal. Ia meyakini bahwa uang tanpa edukasi hanya akan menjadi beban bagi masyarakat miskin. Oleh karena itu, di bawah arahannya, PNM rutin menggelar pelatihan pengembangan kapasitas usaha yang menyasar jutaan ibu rumah tangga di seluruh Indonesia.
Analisis: Kepemimpinan Transformatif untuk Ekonomi Inklusif
Keberhasilan Arief Mulyadi dalam menakhodai PNM memberikan pelajaran penting bagi manajemen BUMN modern. Ia membuktikan bahwa perusahaan negara dapat menjalankan misi sosial (social value) tanpa mengabaikan nilai ekonomi (economic value). Strategi pemberdayaan kelompok yang ia usung berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan melalui penguatan ekonomi keluarga.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Arief sangat inklusif. Ia sering turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan para Account Officer (AO) serta nasabah Mekaar. Pendekatan humanis ini membuat kebijakan yang ia ambil selalu relevan dengan kebutuhan pasar mikro. Kepergiannya merupakan kehilangan besar, namun pondasi yang telah ia bangun diprediksi akan terus menopang ketahanan ekonomi rakyat dalam jangka panjang.
Artikel terkait: Transformasi PNM Mekaar dalam Menjangkau Jutaan Nasabah. Sinergi yang kuat antara sektor perbankan dan lembaga pembiayaan seperti PNM harus terus berjalan demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang dicita-citakan almarhum semasa hidupnya.

