Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ragam

Peringati HUT ke 15, Laskar NKRI Napak Tilas Monumen Kebulatan Tekad-Peristiwa Rawagede

JIMAT.ID – Dalam rangka memperingati HUT ke-15, DPP Laskar NKRI melakukan kegiatan napak tilas ke Monumen Kebulatan Tekad-Rengasdengklok dan Monumen Rawagede-Rawamerta, Kamis (24/3/2022) malam.

Sekitar pukul 18.30 WIB, ribuan massa Laskar NKRI bertolak dari kantor DPP Laskar NKRI di Jalan Raya Surotokunto, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, berkonvoi menuju Monumen Kebulatan Tekad-Rengasdengklok. Tepat pukul 20.00 WIB, kegiatan seremonial napak tilas HUT ke-15 Laskar NKRI di Monumen Kebulatan Tekad-Rengasdengklok dimulai.

Ketua Umum DPP Laskar NKRI, H. ME. Suparno, mengatakan, 15 tahun sudah Laskar NKRI. Selama ini, ikut terlibat dalam mengisi sendi-sendi pembangunan. Eksistensinya yang tidak bisa dipandang sebelah mata, Laskar NKRI selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Baik dalam kegiatan sosial, politik, budaya, ekonomi, maupun kegiatan lainnya yang bersifat pembaharuan pembangunan,” kata Uwa, sapaan akrab H. ME. Suparno.

Di atas ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, kata Uwa, solidaritas dan soliditas di internal Laskar NKRI perlu dijaga. Merawat keberagaman dan perbedaan, terus meningkatkan kualitas diri, kemudian membingkainya menjadi satu kesatuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang madani.

“Laskar NKRI sadar betul, organisasi ini tidak hanya diisi oleh individu-individu satu agama, satu suku atau satu budaya saja. Tetapi justru berkat keberagaman itulah organisasi ini menjadi besar. Sekali lagi, mari kita jaga, rawat dan besarkan rumah kita bersama ini, Laskat NKRI!,” katanya.

Dikatakan, 15 sudah berlalu perjalanan Laskar NKRI. Hari ini Laskar NKRI berkumpul bersama di Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok, salah satu tempat bersejarah dalam perjalan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita berkumpul bersama di sini, bermaksud untuk melakukan napak tilas, mengenang kembali sejarah dan perjalanan panjang dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan para penjajah,” jelasnya.

Menurutnya, dua bom atom meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, membuat Jepang bertekuk lutut dihadapan sekutu dalam perang Asia Pasifik. Pada 15 Agustus 1945 malam, empat pemuda menggelar pertemuan di Gedung Lembaga Bakteriologi, Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta untuk menyikapi kekalahan Jepang tersebut.

Dipimpin Chaerul Shaleh, pertemuan yang melibatkan Soekarni, Aidit, Wikana ini menghasilkan kesepakatan bahwa Soekarno-Hatta mesti mengumumkan Kemerdekaan Republik Indonesia saat itu juga.

Sekelompok pemuda menghendaki agar Soekarno-Hatta segera mengumumkan Kemerdekaan Republik Indonesia tanpa campur tangan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Karena kelompok pemuda menganggap bahwa PPKI merupakan bentukan yang masih ada campur tangan dari Jepang.

Tetapi sebagai Ketua PPKI, Soekarno menolak usulan Para Pemuda Kelompok Menteng 31. Sehingga pada akhirnya, 16 Agustus 1945 sekitar pukul 03.00 WIB. Di Rengasdengklok inilah Soekarno-Hatta diculik oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Kelompok Menteng 31 tersebut.

“Di Rengasdengklok inilah, Soekarno-Hatta kembali didesak kelompok pemuda untuk segera mengumuman Kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga pada akhirnya terjadi kesepakatan. Dan Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta,” ujarnya.

Meskipun pada akhirnya Kemerdekaan Republik Indonesia diumumkan di Jakarta pada 17 Agustus 1945, tepatnya sekitar pukul 10.00 WIB, tetapi sekali lagi Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok ini tentu menjadi saksi sejarah penting bagi kita semua, untuk mengenang jasa para pahlawan terdahulu.

Sejalan dan seirama dengan perjuangan para pahlawan kita terdahulu, begitulah kehadiran Laskar NKRI di bumi pertiwi ini. Menjaga, mempertahankan dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Diakuinya, tangan kiri mengepal seperti simbol patung tangan di Monumen Kebulatan Tekad. Maka begitulah semangat Laskar NKRI dalam berorganisasi. Tangan kiri mengepal, seperti itu juga semangat Keluarga Besar Laskar NKRI dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dan kita akan melawan siapapun yang akan mengusik ketentraman dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

“Terakhir saya ingin mengucapkan, selamat Hari Ulang Tahun Laskar NKRI yang ke-15 tahun. Komitmen kita dalam berorganisasi ini masih tetap sama seperti awal dibentuknya Laskar NKRI. Yaitu menjaga, merawat dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merawat keberagaman, menjaga persaudaraan, saling bahu membahu dalam bingkai kebersamaan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, kegiatan napak tilas di Monumen Kebulatan Tekad juga diisi dengan kegiatan lain. Yaitu seperti pembacaan puisi “Karawang-Bekasi” karya Chairil Anwar, seraya diiringi dengan musik karinding.

Dan sekitar pukul 21.15 WIB, ribuan massa Laskar NKRI bertolak ke Monumen Rawagede-Rawamerta untuk melanjutkan kegiatan napak tilas.(sir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement


Trending

You May Also Like

Regional

JIMAT.ID – Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, H. Dian Rahadian, SH.,MH menegaskan bahwa kepemimpinan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang secara...

Ragam

PADA MASA pandemi yang melanda hampir diseluruh dunia, yang menyebabkan beberapa negara termasuk Indonesia kualahan mengatasi dampak pandemi, yang merusak berbagai sektor diberbagai bidang...

Ragam

TELEVISI adalah salah satu media penyiaran yang sangat dibutuhkan oleh  masyarakat sampai saat ini. Pada awalnya televisi di Indonesia hanya TVRI, namun saat ini...

Ragam

MEDIA yang sangat bagus dan cocok untuk perkembangan dunia pendidikan adalah TV Sekolah. Karena dapat memberikan bimbingan berkala kepada para guru, siswa, dan masyarakat...