PENAJAM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah strategis dengan mendorong peternak ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk bertransformasi secara fundamental. Upaya ini bertujuan agar para pelaku usaha tidak lagi terjebak dalam pola ketergantungan pada satu sisi kegiatan ekonomi saja. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim kini mengarahkan para peternak untuk mulai menguasai seluruh rantai nilai usaha, mulai dari penyediaan pakan hingga tahap pengolahan hasil ternak yang memiliki nilai tambah tinggi.
Langkah ini merupakan respon kritis terhadap fluktuasi harga pasar yang seringkali merugikan peternak kecil jika hanya bermain di sektor budidaya (on-farm). Dengan menguasai lini hulu hingga hilir, peternak lokal memiliki daya tawar yang jauh lebih kuat dalam menghadapi dominasi korporasi besar. Transformasi ini juga menjadi bagian dari persiapan Penajam Paser Utara sebagai wilayah penyangga utama logistik pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Urgensi Penguasaan Rantai Nilai dari Hulu ke Hilir
Selama ini, peternak mandiri seringkali menghadapi kendala biaya produksi yang tinggi, terutama akibat harga pakan yang tidak stabil. Pemerintah menekankan bahwa penguasaan rantai nilai bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Peternak harus mampu mengelola komponen-komponen berikut secara mandiri atau melalui skema korporasi petani:
- Penyediaan Pakan Mandiri: Mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan dengan mengolah bahan baku lokal.
- Pembibitan (Breeding): Memastikan ketersediaan bibit ayam (DOC) yang berkualitas dan terjangkau secara berkelanjutan.
- Fasilitas Pemotongan Ayam (RPH-U): Memastikan proses pemotongan yang higienis dan sesuai standar untuk masuk ke pasar modern.
- Pengolahan Produk Turunan: Mengolah daging ayam menjadi produk beku atau makanan olahan siap saji guna memperpanjang masa simpan dan meningkatkan margin keuntungan.
Program ini sejalan dengan kebijakan pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang dikelola secara profesional melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi pendampingan teknis agar peternak di PPU tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur.
Langkah Strategis Mewujudkan Kemandirian Peternak Lokal
Dinas terkait terus menyosialisasikan pentingnya pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi. Melalui wadah ini, peternak dapat melakukan pengadaan sarana produksi secara kolektif sehingga mendapatkan harga yang jauh lebih kompetitif. Pemerintah juga menekankan pentingnya adopsi teknologi dalam manajemen kandang untuk meningkatkan efisiensi dan menekan angka kematian ternak.
Upaya ini memperkuat inisiatif sebelumnya terkait pengembangan kawasan sentra peternakan terintegrasi di Kalimantan Timur yang bertujuan menciptakan ekosistem bisnis yang sehat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Analisis ekonomi menunjukkan bahwa penguasaan rantai nilai dapat meningkatkan pendapatan bersih peternak hingga 30-40 persen dibandingkan hanya menjual ayam hidup kepada pengepul.
Analisis Dampak Ekonomi bagi Ketahanan Pangan IKN
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan IKN, Penajam Paser Utara memiliki potensi pasar yang luar biasa besar. Permintaan akan protein hewani, khususnya daging ayam, diprediksi akan melonjak tajam seiring dengan bertambahnya populasi aparatur sipil negara dan pekerja konstruksi di pusat pemerintahan baru tersebut. Jika peternak lokal tidak segera menguasai rantai nilai, maka pasar potensial ini kemungkinan besar akan dikuasai oleh pemasok dari luar daerah atau korporasi besar.
Oleh karena itu, intervensi pemerintah dalam bentuk bantuan alat pengolahan pakan dan mesin pendingin (cold storage) menjadi krusial. Dengan infrastruktur hilirisasi yang memadai, peternak dapat mengatur ritme pasokan ke pasar tanpa harus terburu-buru melakukan obral saat harga jatuh. Inilah kunci utama menuju kedaulatan pangan dan kesejahteraan peternak di Kalimantan Timur dalam jangka panjang.

