SLEMAN – Pertemuan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghasilkan kesepakatan krusial mengenai pelestarian warisan budaya lintas negara. Kedua pemimpin negara secara resmi menyetujui proyek konservasi dan restorasi Candi Prambanan sebagai tonggak sejarah baru dalam hubungan bilateral. Langkah ambisius ini tidak hanya bertujuan memperbaiki struktur fisik bangunan, tetapi juga memanifestasikan penguatan diplomasi budaya yang mendalam antara Jakarta dan New Delhi. InJourney, selaku holding BUMN pariwisata, memegang mandat utama untuk mentransformasi situs ini menjadi destinasi unggulan yang bersaing di kancah internasional.
Presiden Prabowo menekankan bahwa kemitraan dengan India membawa nilai tambah yang signifikan mengingat kedua negara memiliki keterikatan sejarah dan budaya yang sangat kuat. India, melalui pengalaman panjangnya dalam mengelola situs arkeologi dunia, diharapkan mampu mentransfer teknologi dan pengetahuan konservasi yang relevan untuk menjaga keaslian Candi Prambanan. Kerja sama ini juga mencakup pertukaran tenaga ahli arkeologi yang akan memantau kondisi struktural candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut secara berkala.
Urgensi Diplomasi Budaya dan Restorasi Struktur
Restorasi Candi Prambanan merupakan langkah mendesak untuk menjaga integritas struktural situs yang telah terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991. Para ahli menilai bahwa kolaborasi dengan India akan mempercepat proses identifikasi material asli dan teknik pemugaran yang lebih presisi. Beberapa poin utama dalam kesepakatan ini meliputi:
- Penyusunan peta jalan konservasi jangka panjang berbasis teknologi pemindaian 3D untuk memantau keretakan batuan.
- Pertukaran metodologi restorasi antara pakar arkeologi Indonesia dan Archaeological Survey of India (ASI).
- Penyelenggaraan festival budaya bersama yang menonjolkan narasi sejarah Ramayana di pelataran Prambanan.
- Pengembangan sistem drainase modern di sekitar area candi guna mencegah pelapukan batuan akibat kelembapan tinggi.
Peran Strategis InJourney dalam Transformasi Destinasi
InJourney kini tengah merancang ekosistem pariwisata yang lebih modern namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan historis. Melalui program restorasi ini, InJourney berupaya memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai pusat destinasi kelas dunia yang memiliki daya tarik global. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan mancanegara, bukan sekadar mengejar kuantitas angka kunjungan semata.
Manajemen InJourney memastikan bahwa setiap langkah restorasi akan melibatkan komunitas lokal dan seniman tradisional. Mereka percaya bahwa kelestarian objek wisata sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat sekitar dalam menjaga narasi budaya. Integrasi antara teknologi restorasi mutakhir dan kearifan lokal menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan pariwisata di kawasan Asia Tenggara.
Analisis Dampak Ekonomi dan Pariwisata Berkelanjutan
Kesepakatan antara Prabowo dan Modi ini memberikan sinyal positif bagi sektor ekonomi kreatif di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dengan adanya perbaikan fasilitas dan promosi bersama antara RI-India, arus wisatawan dari Asia Selatan diprediksi akan meningkat tajam. Hal ini tentunya membuka peluang lapangan kerja baru di sektor perhotelan, transportasi, dan kriya yang menjadi penyokong ekonomi rakyat.
Upaya restorasi ini juga menjadi kelanjutan dari inisiatif pelestarian yang telah dimulai pada periode pemerintahan sebelumnya, yang kini mendapatkan akselerasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Analisis menunjukkan bahwa penguatan diplomasi melalui jalur budaya seringkali lebih efektif dalam membuka pintu kerja sama ekonomi lainnya, termasuk investasi di bidang infrastruktur pariwisata. Dengan visi yang jelas, Candi Prambanan siap menjadi mercusuar peradaban yang memadukan masa lalu dengan kemajuan masa depan.

