Skandal Istana Maroko Jeffrey Epstein Seret Nama Petinggi Politik Inggris

Date:

MARRAKECH – Skandal Jeffrey Epstein terus membuka kotak pandora yang mengejutkan dunia internasional. Investigasi terbaru mengungkap upaya rahasia terpidana kasus perdagangan seks anak tersebut untuk mengakuisisi sebuah istana megah di Maroko sesaat sebelum penangkapannya pada tahun 2019. Langkah ini bukan sekadar pencarian properti mewah, melainkan strategi matang untuk memperluas jaringan pengaruh sekaligus mengamankan aset dari jangkauan hukum Amerika Serikat.

Dokumen internal menunjukkan bahwa Epstein mengincar sebuah kompleks properti luas yang dikenal sebagai Dar Olfa di Marrakech. Properti ini rencananya akan berfungsi sebagai basis operasi baru di luar negeri. Analisis kritis terhadap upaya ini menyoroti bagaimana seorang predator finansial memanfaatkan celah hukum internasional dan relasi politik tingkat tinggi untuk mempertahankan gaya hidupnya yang kontroversial di tengah pengawasan ketat FBI.

Rencana Rahasia Pembelian Istana Dar Olfa di Marrakech

Epstein kabarnya menyiapkan dana jutaan dolar untuk mengamankan istana tersebut melalui serangkaian perusahaan cangkang. Kompleks Dar Olfa bukan sekadar rumah biasa; properti ini memiliki fasilitas luar biasa yang mencakup belasan kamar tidur, kolam renang berukuran olimpiade, dan lahan privat yang luas. Berikut adalah beberapa poin kunci terkait rencana akuisisi tersebut:

  • Strategi pengalihan aset melalui entitas bisnis di wilayah surga pajak (tax haven).
  • Penggunaan perantara profesional untuk menyembunyikan identitas pembeli asli dari otoritas Maroko.
  • Rencana modifikasi infrastruktur komunikasi untuk memastikan privasi total bagi tamu-tamu elit.
  • Potensi penggunaan properti sebagai lokasi pertemuan rahasia dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia.

Keterlibatan Tokoh Partai Buruh dan Dugaan Penghindaran Pajak

Hal yang paling mengejutkan dari temuan ini adalah munculnya nama-nama petinggi Partai Buruh Inggris dalam pusaran komunikasi rencana pembelian tersebut. Laporan menyebutkan bahwa Lord Peter Mandelson, tokoh kunci dalam politik Inggris, sempat menjalin kontak dengan Epstein selama periode perencanaan ini. Meskipun Mandelson membantah keterlibatan dalam aktivitas ilegal, publik mempertanyakan etika kedekatan seorang negarawan dengan sosok kriminal seperti Epstein.

Para pengamat ekonomi melihat bahwa pemilihan Maroko sebagai lokasi investasi bukanlah tanpa alasan. Maroko menawarkan stabilitas sekaligus fleksibilitas dalam regulasi kepemilikan aset asing. Epstein diduga mencoba memanfaatkan celah dalam perjanjian ekstradisi dan peraturan perpajakan untuk melindungi kekayaannya. Skema ini menambah daftar panjang bagaimana elit global menggunakan jaringan properti internasional untuk mengaburkan asal-usul dana dan menghindari tanggung jawab hukum.

Jejak Hitam Epstein dalam Jaringan Kekuasaan Global

Analisis mendalam terhadap kasus ini menunjukkan bahwa kekuasaan Epstein tidak hanya berakar pada uang, tetapi pada kemampuannya menyandera reputasi tokoh publik. Pembelian istana di Maroko merupakan bagian dari pola yang sama dengan kepemilikan asetnya di Paris dan New York. Setiap lokasi berfungsi sebagai simpul dalam jaringan perdagangan seks anak yang sistematis. Penemuan rencana di Maroko ini sekaligus melengkapi potongan puzzle yang selama ini hilang mengenai pelarian Epstein dari jeratan hukum.

Penyidik kini fokus melacak aliran dana yang keluar masuk dari akun-akun terkait Epstein sebelum kematiannya di penjara. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi otoritas global mengenai pentingnya transparansi dalam transaksi real estat mewah. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan mampu mengungkap siapa saja pihak yang membantu Epstein dalam upaya pelarian aset ini, mengingat banyaknya keterlibatan tangan-tangan kuat di balik layar.

Informasi lebih detail mengenai jaringan properti internasional sang miliarder dapat ditemukan dalam laporan mendalam The Guardian yang menelusuri jejak transaksi keuangan Epstein di luar negeri. Temuan ini semakin memperkuat kebutuhan akan reformasi hukum global dalam menangani kejahatan transnasional yang melibatkan figur-figur berkuasa.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Populer

More like this
Related

Gaya Hidup Mewah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Picu Kontroversi Pengadaan Mobil Dinas Miliaran Rupiah

SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, kini berada...

Strategi Politik NasDem Jawa Timur Lewat Safari Ramadan dan Ziarah Religi Sunan Ampel

SURABAYA - Partai NasDem menunjukkan keseriusan tinggi dalam mengamankan...

Iran Luncurkan Serangan Balasan Rudal Masif ke Wilayah Israel

TEL AVIV - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah...

Krisis Pasokan RAM Global Picu Penurunan Drastis Penjualan Smartphone Dunia

SAN FRANCISCO - Lembaga riset pasar ternama, International Data...