JAKARTA UTARA – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mengonfirmasi temuan krusial terkait tragedi kematian satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok. Para ahli forensik berhasil mengidentifikasi keberadaan senyawa kimia berbahaya jenis zinc phosphate di dalam organ tubuh para korban. Penemuan ini menjadi titik terang bagi pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti di balik peristiwa memilukan yang sempat menggemparkan warga sekitar tersebut.
Penyidik mengumpulkan berbagai sampel dari tempat kejadian perkara (TKP) untuk menjalani uji toksikologi mendalam. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, zat kimia tersebut terdeteksi pada organ vital seperti lambung, hati, dan ginjal. Konsentrasi zat yang ditemukan menunjukkan bahwa para korban terpapar senyawa ini dalam jumlah yang sangat mematikan. Pihak kepolisian kini mendalami bagaimana zat tersebut masuk ke dalam tubuh korban, apakah melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum mereka mengembuskan napas terakhir.
Mengenal Bahaya Mematikan Senyawa Zinc Phosphate
Zinc phosphate merupakan senyawa anorganik yang secara luas seringkali menjadi bahan utama dalam pembuatan racun tikus komersial. Zat ini bekerja dengan sangat agresif saat masuk ke dalam sistem pencernaan manusia. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai karakteristik dan bahaya zinc phosphate yang perlu masyarakat waspadai:
- Reaksi Kimia Mematikan: Saat bersentuhan dengan asam lambung, zinc phosphate akan melepaskan gas fosfin (phosphine) yang sangat beracun bagi sel-sel tubuh.
- Kegagalan Organ Akut: Gas fosfin menyerang sistem pernapasan dan jantung, yang mengakibatkan kegagalan organ secara mendadak dalam hitungan jam.
- Efek Saraf: Paparan zat ini juga merusak sistem saraf pusat, menyebabkan pusing hebat, kejang, hingga hilangnya kesadaran total.
- Sulit Terdeteksi Secara Fisik: Dalam beberapa kasus, zat ini tidak memiliki bau atau rasa yang mencolok jika dicampurkan ke dalam media tertentu, sehingga korban seringkali tidak menyadari bahaya yang mengancam.
Analisis Forensik dan Tindak Lanjut Investigasi Kepolisian
Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara terus melakukan sinkronisasi antara temuan Puslabfor dengan bukti-bukti lapangan lainnya. Langkah ini sangat krusial mengingat kasus ini berkaitan dengan nyawa satu keluarga sekaligus. Polisi juga memeriksa saksi-saksi kunci dan menelusuri riwayat pembelian zat kimia oleh anggota keluarga tersebut sebelum kejadian berlangsung. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan apakah peristiwa ini merupakan murni kecelakaan, tindakan bunuh diri, atau adanya unsur pidana oleh pihak luar.
Kasus ini mengingatkan publik pada rentetan kasus kematian misterius di pemukiman padat yang memerlukan ketelitian ekstra dari tim ahli. Para detektif saat ini memfokuskan pencarian pada sisa makanan atau kemasan zat kimia yang mungkin dibuang di sekitar lokasi kejadian. Senioritas tim Puslabfor dalam menangani bukti mikroskopis menjadi tumpuan utama dalam menyusun konstruksi hukum yang kuat agar kasus ini segera menemui titik terang.
Pentingnya Pengawasan Zat Kimia Berbahaya di Lingkungan Domestik
Secara analitis, keberadaan zat kimia beracun seperti zinc phosphate di lingkungan rumah tangga memerlukan pengawasan yang sangat ketat. Pemerintah dan otoritas kesehatan perlu memperketat regulasi penjualan bahan kimia yang memiliki potensi penyalahgunaan tinggi. Seringkali, kemudahan akses mendapatkan racun tikus dengan kandungan berbahaya menjadi celah terjadinya tragedi domestik yang tidak diinginkan.
Masyarakat dihimbau untuk selalu menyimpan bahan-bahan kimia jauh dari jangkauan anak-anak dan memisahkan penyimpanannya dari bahan makanan. Jika terjadi indikasi keracunan, segera hubungi layanan darurat atau merujuk pada panduan penanganan keracunan bahan kimia dari Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan tindakan medis pertama yang tepat. Edukasi mengenai bahaya zat kimia anorganik harus terus ditingkatkan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.



